Fery Shofiana, Penyuluh Agama yang Berjiwa Sosial – KUA Pusaka Setiabudi
  • Selamat Datang di Website Layanan KUA Setiabudi Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan. Melalui laman resmi ini, kami menghadirkan pusat informasi dan pelayanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Rabu, 4 Maret 2026

Fery Shofiana, Penyuluh Agama yang Berjiwa Sosial

Fery Shofiana, Penyuluh Agama yang Berjiwa Sosial
Bagikan

Bekerja sebagai penyuluh agama Islam membuat Fery Shofiana (49) terjun langsung ke lapangan untuk melayani kelompok marjinal. Rupanya banyak isu pendidikan dan sosial di Kampung Pemulung Pondok Labu, Jakarta, yang membutuhkan bantuan. Rumah Penyuluhan Kreatif hadir untuk meringankan beban tersebut.

”Ini buku siapa? Abjadnya sudah hafal belum?” kata Fery kepada anak-anak yang mengerubunginya di bangunan kecil milik Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK), Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024).

Setelah memeriksa tugas belajar mereka, Fery meminta 18 anak yang sibuk berlalu lalang untuk duduk lesehan dengan rapi. Kegiatan belajar hari itu resmi selesai. Sekarang saatnya mereka mendoakan kesembuhan salah satu anak di kampung yang sedang sakit sekaligus kesehatan orangtua masing-masing. Mereka lalu berdoa dengan khusyuk.

Seusai berdoa, anak-anak yang kebanyakan tidak bersekolah formal itu pamit. Kaki mereka melewati tumpukan sampah yang menggunung depan RPK sambil berlari-lari kecil ke rumah masing-masing. Ada pula anak-anak yang memilih lanjut bermain di puing rumah yang hancur dekat RPK.
Fery Shofiana saat mengajar calistung dan pelajaran agama Islam bersama ibu-ibu setempat kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat. *** Local Caption *** Fery Shofiana saat mengajar calistung dan pelajaran agama Islam bersama ibu-ibu setempat kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat.

Fery Shofiana saat mengajar calistung dan pelajaran agama Islam bersama ibu-ibu setempat kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat.

RPK adalah sebuah komunitas yang diinisiasi Fery beserta dua rekannya, Dzurotun Ghola dan Sylvan Anugrah sejak 2015. Komunitas ini resmi menjadi yayasan pada 2017.

Pembentukan komunitas ini punya cerita panjang. Fery dan Ghola bekerja sebagai penyuluh agama Islam dari Kementerian Agama. Mereka awalnya mencari kelompok masyarakat rentan untuk pelayanan tugas mereka sebagai ASN. Singkat cerita, mereka akhirnya mulai beraktivitas di Kampung Pemulung Pondok Labu.

Komunitas ini bergandeng tangan dengan organisasi dan orang yang sevisi dan semisi. Kami sama-sama berdiri di bawah bendera kepedulian dan banyak yang mau terlibat.

Fery menjelaskan, tugas penyuluh agama adalah mendampingi kaum marjinal pada aspek rohaniah. Kaum yang dimaksud adalah mereka yang rentan dari segi finansial dan pengetahuan. Begitu pula dengan korban narkoba, anak jalanan, serta orang yang riskan terhadap aliran sesat, terorisme, serta radikalisme.

Kegiatan pembinaan biasanya berupa belajar mengaji dengan ibu-ibu, tetapi berkembang seiring waktu. Lahirlah RPK yang bertujuan memenuhi hak warga, khususnya anak-anak, dalam aspek pendidikan dan sosial. ”Visi dan misi RPK memang beririsan dengan pekerjaan saya,” ujar Fery.

Setiap tahun, RPK menggelar kegiatan Pesona Ramadhan yang merangkul warga. Kegiatan ini biasanya mencakup lomba agama, pembagian uang THR, dan pembagian paket makanan buka puasa, paket baju Lebaran, serta paket kebutuhan pokok. Ada pula pemeriksaan kesehatan warga.

RPK juga sudah beberapa kali menggalang donasi saat kondisi darurat. RPK, misalnya, pernah menyalurkan bantuan saat pandemi Covid-19 dan membantu warga yang opname di rumah sakit.

Suasana Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). *** Local Caption *** Suasana Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024).

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA
Suasana Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024).

Untuk menjalankan program-program tersebut, RPK berkolaborasi dengan donatur pribadi dan instansi, seperti Rumah Zakat, Baznas, Bank BNP Paribas Indonesia, Euro Management, Scarlett, dan Plastik untuk Kebaikan. Komunitas ini turut bekerja sama dengan kampus untuk edukasi masyarakat. November lalu, contohnya, Universitas Indonesia datang menjelaskan soal literasi keuangan kepada warga setempat.

”Komunitas ini bergandeng tangan dengan organisasi dan orang yang sevisi dan semisi. Kami sama-sama berdiri di bawah bendera kepedulian dan banyak yang mau terlibat,” ujar Fery.

Pendidikan anak

Pendidikan anak-anak Kampung Pemulung menjadi perhatian utama RPK. Komunitas ini gigih melawan tuna-aksara. Sekolah PAUD merupakan program terbaru RPK setahun terakhir. Fery ikut mengajar anak-anak berusia 2-10 tahun di kampung bersama warga dan sukarelawan.

”Beberapa anak memang tidak termasuk usia untuk PAUD, tetapi banyak yang belum pintar membaca dan menulis. Mereka ada yang belum sempat sekolah formal, atau pernah sekolah, tapi hanya satu atau dua tahun, atau ada yang tidak lolos seleksi berkas karena bukan warga Jakarta. Orangtua mereka rata-rata pemulung,” ujar Fery.

Setiap dua kali seminggu, sekitar 30 anak belajar membaca iqro, menghafal surat-surat pendek, dan menulis Arab. Mereka juga belajar calistung, mewarnai, menyanyi, dan senam. Pada Rabu (13/11), anak-anak tampak antusias menulis abjad.

Fery Shofiana saat mengajar calistung dan pelajaran agama Islam bersama ibu-ibu setempat kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat. *** Local Caption *** Fery Shofiana saat mengajar calistung dan pelajaran agama Islam bersama ibu-ibu setempat kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat.

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA
Fery Shofiana saat mengajar calistung dan pelajaran agama Islam bersama ibu-ibu setempat kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat.

Selain program itu, RPK mempunyai program pendidikan yang sudah berjalan lama, yakni sekolah paket dan pemberian beasiswa. Sesekali, mereka juga melakukan kegiatan outing untuk belajar di luar kampung.

Anak-anak yang putus jadi berijazah dan punya bekal pengetahuan.

Anak-anak putus sekolah mengikuti sekolah paket dengan belajar bersama sukarelawan dari kampus-kampus tiga kali sepekan. Mereka turut mendapat pelajaran komputer hasil donasi bersama anak salah satu warga. Anak-anak ini akan mengikuti ujian akhir di sekolah master (Sekolah Masjid Terminal) di Depok.

Sudah ada sekitar 12 anak RPK yang lulus. ”Anak-anak yang putus jadi berijazah dan punya bekal pengetahuan,” kata Fery.

Bantuan pendidikan anak di Kampung Pemulung berlanjut pada pemberian beasiswa anak terpilih. Saat ini, ada satu anak yang menerima beasiswa untuk kuliah akuntansi di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Anak-anak lain juga mendapat bantuan dana untuk masuk pesantren dan SMK. Dana berasal dari donasi dan penggalangan di portal Kitabisa.

Fasilitas pembelajaran anak-anak Kampung Pemulung kerap mendapat bantuan dari komunitas, kelompok masyarakat, dan instansi pemerintah yang melaksanakan bakti sosial. Mahasiswa dari kampus, seperti UI, Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka, Universitas Negeri Jakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ikut datang mengajar di RPK sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

Setelah bertahun-tahun, Fery setia mendampingi warga Kampung Pemulung. Ada perubahan terlihat. Dari segi akhlak, perilaku ibu-ibu menjadi lebih lembut saat berinteraksi dengan anak-anak. Ibu-ibu yang dulu sering mengemis sekarang melihat memulung sebagai pekerjaan mulia sebab mereka mampu membuat sampah menjadi barang bernilai.

Menurut Fery, RPK berencana untuk membuat program baru berupa kelas khusus anak-anak remaja. Mereka membutuhkan pendampingan dalam menggunakan medsos dan internet. ”Ini memang panggilan saya, makanya sampai sekarang di sini. Sudah panggilan saya untuk mencintai saudara-saudara di sini,” kata Fery.

Fery Shofiana usai mengajar calistung dan pelajaran agama Islam kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat. *** Local Caption *** Fery Shofiana usai mengajar calistung dan pelajaran agama Islam kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat.

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA
Fery Shofiana seusai mengajar calistung dan pelajaran agama Islam kepada anak-anak tidak mampu di Kampung Pemulung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024). Fery merupakan salah satu pendiri Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK) yang fokus pada pembinaan pendidikan dan sosial bagi warga setempat.

Fery Shofiana

Lahir: Wonosobo, Jawa Tengah, 25 Desember 1974

Pendidikan: – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta (lulus 2001)

Pekerjaan: – Penyuluh Agama Islam Fungsional di Kementerian Agama dan Pembina Rumah Penyuluhan Kreatif (RPK)

Suami: Wahyudi ME

Anak: 4

Prestasi: – Juara 1 Seleksi Penyuluh Agama Islam Award Kriteria PNS dengan Kategori Penghargaan Pendampingan Kelompok Rentan, Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, 2023

Pengalaman: – Narasumber di kegiatan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan Nawasena Abhipraya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 2024

Artikel ini telah terbit di Kompas:
https://www.kompas.id/artikel/fery-shofiana-penyuluh-agama-yang-berjiwa-sosial

SebelumnyaGelar Bimwin, KUA Setiabudi Tekankan Fondasi Keluarga hingga Kesehatan MentalSelanjutnyaPelatihan Sertifikasi Halal PPBI: Tingkatkan Pemahaman Pelaku Usaha Pensiunan Bank Indonesia
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kantor Urusan Agama Setiabudi
Jl. Setiabudi Barat No. 8K, Setiabudi, Jakarta Selatan