Peran Pemimpin dalam Lembaga Dakwah
Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok, yaitu pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun memengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan kepemimpinannya. Konsep Pemimpin berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan (leadership), (Kartini, 2005) menyebutkan pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu memengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Menurut kamus besar Indonesia, peran adalah pemain sandiwara, tukang lawak pada permainan lawak makyoung, perangkat prilaku yang dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Sedangkan menurut kamus ilmiah populer peran adalah laku yang berlaku/bertindak, pemeran, pelaku, pemain film atau drama (Partanto, 2001). Peran merupakan seperangkat patokan, yang membatasi apa perilaku yang mesti dilakukanoleh sesorang, yang menduduki suatu posisi. Posisi pada dasarnya, adalah suatu unit dari struktur sosial (Suhardono & Edi, 1994).
Pengertian peran dapat diartikan sebagai perilaku yang diatur dan dari posisi tertentu, pemimpin di dalam lembaga mempunyai peranan, setiap pekerjaan membawa serta harapan bagaimana penanggung peran berprilaku. Fakta bahwa lembaga mengidentifikasi pekerjaan yang harus dilakukan dan berprilaku peran yang diinginkan berjalan dengan sering pekerjaan tersebut, juga mengandung arti bahwa harapan mengenai peran penting dalam mengatur peribawahan (Veithzal & Mulyadi, 2012).
Peran pemimpin dapat di bagi menjadi 5 bagian yaitu:
- Pencarian alur adalah peran untuk menentukan visi dan misi yang pasti
- Penyelaras adalah peran untuk memastikan bahwa struktur, sistem dan proses operasional lembaga memberikan dukungan pada pencapaian visi dan misi
- Pemberdayaan adalah peran untuk menggerakkan semangat dalam diri orang-orang dalam mengungkapkan bakat, kecerdikan dan kreaktivitas untuk mengerjakan apapun dan konsisten dengan prinsip-prinsip yang disepakati.
- Peran pengambilan keputusan adalah memiliki peran sangat besar bagi seorang pemimpin, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terghadap hasilnya merupakan salah satu tugas seorang pemimpin,. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, jika pemimpin tidak dapat membuat keputusan maka dia seharusnya tidak dapat menjadi pemimpin, keputusan yang mendasar dari pengambilan keputusan ini ditunjukan dengan adanya pembahasan khusus tentang hal ini dalam berbagai disiplin ilmu, dan ilmu-ilmu sosial yang telah memberikan kontri busi bagi pengertian yang lebih baik bagin sebuah keputusan dibuat atau seharusnya dibuat.
- Peran pemimpin dalam membangun tim adalah menyukseskan tujuan bersama sebuah kelompok lembaga atau masyarakat, sebuah tim adalah sekolmpok orang degan keahlian saling melengkapi dan berkomitmen pada misi yang sama, pencapaian kinerja dn pendekatan dimana mereka saling terhubung antara satu dengan yang lainnya (Wibowo, 2013).
Sedangkan menurut (Kartini, 2005) kepemimpinan memiliki peran sebagai penuntun, pembimbing, pengarah, dan pembangun motivasi-motivasi kerja, mengendalikan sebuah lembaga, membangun jaringan komunikasi yang baik, dan memberikan pengawasan kepada bawahan sesuai dengan tujuan yang ingin direalisasikan.
Lembaga adalah badan (lembaga) yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha (Hakim & Mubarok, 2007). Lembaga Dakwah merupakan wadah atau lembaga dalam melakukan kegiatan dakwah yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Allah perintahkan dalam Al Qur‟an untuk mengadakan Lembaga Dakwah yang menyeru kepada kebaikan dan meninggalkan kepada keburukan. Lembaga Dakwah atau Lembaga adalah wadah kegiatan pelaksanaan Pemimpin dan juga sekaligus merupakan kerangka struktur yang tersusun sebagai unit-unit yang mempunyai tugas dan fungsi yang saling berhubungan satu sama lain dan relative bersifat permanen. Dakwah mengajak dan menyeru umat manusia baik perorangan maupun kelompok kepada agama islam, pedoman hidup yang di ridlai oleh Allah dalam bentuk amar ma‟ruf nahi munkar dan amal shaleh dengan cara lisan maupun perbuatan untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia akhirat (Muri’ah, Metode Dakwah Kontemporer, 2000).
Sebagai pemimpin dalam Lembaga Dakwah, terdapat beberapa peran penting yang perlu dijalankan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berikut adalah beberapa peran pemimpin dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada Lembaga Dakwah:
- Visioner: Seorang pemimpin Lembaga Dakwah harus memiliki visi yang jelas tentang tujuan dan arah yang ingin dicapai. Pemimpin harus mampu menggambarkan visi ini kepada anggota lembaga dan menginspirasi mereka untuk bekerja bersama mencapai tujuan tersebut.
- Motivator: Sebagai motivator, pemimpin harus mampu menggerakkan, menginspirasi, dan memotivasi anggota Lembaga Dakwah. Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membangkitkan semangat, mendorong anggota untuk berpartisipasi aktif, dan mempertahankan semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan dari Lembaga Dakwah tersebut.
- Pembimbing: Pemimpin dalam Lembaga Dakwah juga berperan sebagai pembimbing. Pemimpin harus memberikan arahan, petunjuk, dan pedoman kepada anggota lembaga dalam melaksanakan kegiatan dalam Lembaga Dakwah tersebut dengan benar. Pemimpin juga bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi anggota melalui pelatihan dan pengajaran.
- Koordinator: Pemimpin bertanggung jawab untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan pada Lembaga Dakwah yang dilakukan oleh anggota lembaga. Pemimpin harus memiliki kemampuan lembaga yang baik, dapat mengatur jadwal kegiatan, mengalokasikan tugas, dan memastikan semua kegiatan berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik.
- Pemersatu: Pemimpin dalam Lembaga Dakwah memiliki peran sebagai pemersatu. Pemimpin harus mampu menciptakan dan memelihara suasana harmoni, kerjasama, dan solidaritas di antara anggota lembaga. Pemimpin harus dapat mengelola konflik, memfasilitasi dialog, dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua anggota.
- Pembela: Sebagai pemimpin, seseorang harus menjadi pembela dakwah dan nilai-nilai yang diusung oleh lembaga. Pemimpin harus berani menghadapi tantangan dan rintangan dalam menyampaikan pesan dakwah, serta melindungi kepentingan lembaga dan anggota dari ancaman atau gangguan eksternal.
- Teladan: Pemimpin dalam Lembaga Dakwah harus menjadi contoh yang baik bagi anggota lainnya. Pemimpin harus mengamalkan nilai-nilai agama dengan baik, menjaga akhlak yang mulia, dan berperilaku sesuai dengan prinsip-prinsip dakwah. Dengan menjadi teladan yang baik, pemimpin dapat mempengaruhi anggota lembaga untuk mengikuti jejaknya.
Peran-peran ini penting untuk menjaga kelancaran dan kesuksesan Lembaga Dakwah dalam mencapai tujuannya. Seorang pemimpin yang baik harus mampu menggabungkan peran-peran ini dengan baik, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap dakwah dan kepentingan umat (Mareta, 2023).
